AKULTURASI

AKULTURASI

Akulturasi atau acculturation atau culture contact , mempunyai berbagai arti. Tetapi semua sepaham bahwa konsep itu mengenai proses sosial yang timbul bila suatu kelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur – unsur dari suatu kebudayaan asing dengan sedemikian rupa , sehingga unsur – unsur kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan itu sendiri.

Sejak dulu kala dalam sejarah kebudayaan manusia ada gerak migrasi , gerak perpindahan dari suku – suku bangsa di muka bumi. Migrasi tentu menyebabkan pertemuan – pertemuan antara kelompok – kelompok manusia dengan kebudayaan yang berbeda beda , dan akibatnya ialah bahwa individu – individu dalam kelompok – kelompok itu dihadapkan dengan unsur – unsur kebudayaan asing.
Proses akulturasi yang mempunyai sifat yang khusus baru timbul ketika kebudayaan – kebudayaan bangsa – bangsa di eropa barat mulai menyebar ke semua daerah lain di muka bumi , dan mulai mempengaruhi masyarakat – masyarakat , suku – suku bangsa di afrika , asia , oseania , amerika utara , dan amerika latin.
Masalah – masalah mengenai akulturasi ada 5 golongan masalah yaitu :

1. masalah mengenai metode – metode untuk mengobservasi , mencatat , dan melukiskan syatu proses akulturasi dalam suatu masyarakat.
2. masalah mengenai unsur – unsur kebudayaan asing apa yang mudah diterima , dan unsur – unsur kebudayaan asing apa yang sukar diterima oleh masyarakat penerima.
3. masalah mengenai unsur – unsur kebudayaan aapa yang mudah diganti atau diubah , dan unsur – unsur apa yang tidak mudah diganti atau di ubah oleh unsur – unsur kebudayaan asing.
4. masalah mengenai individu – individu apa yang suka dan cepat menerima , dan individu – individu apa yang sukar dan lambat menerima unsur – unsur kebudayaan asing.
5. masalah mengenai ketegangan – ketegangan dan krisis – krisis social yang timbul sebagai akibat akulturasi.

Meneliti jalannya suatu proses akulturasi peneliti sebaiknya memperhatikan beberapa soal khusus yaitu :

1. keadaan masyarakat penerima sebelum proses akulturasi mulai berjalan.
2. individu – individu dari kebudayaan asing yang membawa unsur – unsur kebudayaan asing.
3. saluran – saluran yang dilalui oleh unsur – unsur kebudayaan asing untuk masuk ke dalam kebudayaan penerima.
4. bagian – bagian dari masyarakat penerima yang terkena pengaruh unsur – unsur kebudayaan asing tadi.
5. reaksi para individu yang terkena unsur – unsur kebudayaan asing.

Dengan demikian seorang peneliti dapat mengetahui keadaan kebudayaan masyarakat penerima sebelum terjadi proses akulturasi , hingga pada saat permulaan proses itu terjadi. Saat itu akan kita sebut “titik permulaan dari proses akulturasi” atau base line of acculturation. Dengan demikian misalnya titik permulaan dari proses akulturasi antara kebudayaan – kebudayaan di Indonesia dengan kebudayaan Eropa adalah peristiwa datangnya kapal – kapal Portugis di Maluku , yaitu di Banda , Tidore dan Ternate , kemudian ke Nusa Tenggara pada permulaan abad ke 16 , dan peristiwa datangnya kapal – kapal Belanda dari organisasi perdagangan V.O.C di Banten pada akhir abad ke 16. Peristiwa – peristiwa itu merupakan titik – titik permulaan dari suatu proses akulturasi yang berlangsung lambat sekali selama 3 abad , dan yang kemudian mencapai mulai abad ke 20 ini.
Reaksi orang – orang yang terkena pengaruh unsur – unsur kebudayaan asing itu merupakan suatu objek penelitian antropologi yang sangat luas.
Dalam tiap masyarakat selalu ada individu yang berwatak “kolot” , yang tidak suka dan lekas menolak hal – hal yang baru , sedang banyak pula individu lain yang “progresif” , yang suka dan lekas menerima hal – hal baru.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s