Sosial Ekonomi

Yang di maksud sejarah sosial ekonomi
 Menurut saya sejarah sosial ekonomi adalah tentang bagaimana suatu peristiwa mengenai keadaan sosial dan ekonomi yang terjadi dalam masyarakat Indonesia. Seperti halnya keadaan sosial itu tidak lepas dari keadaan ekonomi begitu pula sebaliknya. Karena kehidupan bermasyarakat itu selalu berhubungan dengan perekonomian yang selalu berdampak pada kehidupan sosial, begitu pula sebaliknya.

 Kopra Makassar : dari perdagangan tradisional ke perdagangan internasional. = kopra saat ini merupakan penghasilan di Sulawesi dibandingkan dahulu yang di Sulawesi sendiri tiada pohon kelapa sebagai komoditas kopra. Dahulu kala pohon kelapa dikembangkan oleh pemerintah colonial belanda di Sulawesi tepatnya di pulau selayar pada tahun 1880an. Dan setelah itu Makassar menjadi kota pusat perdagangan. Di dalam perkebunan sendiri terjadi system ijon yaitu pembelian sebelum panen. Atau dibeli para pedagang. Dan itu menjadi sering setelah terjadi depresi ekonomi pada tahun 1930 dan sering menjadi masalah antara petani dan padagang.
 Perkebunan tembakau sumatera timur : pembukaannya dan aspek-aspek sosial yang mengikutinya. = pada tahun 1863 terjadi perpindahan pemilik perkebunan dari jawa yang mulai penuh dengan pertumbuhan penduduk. Yaitu Nienhuys yang mendirikan perkebunan di sumatera timur yaitu tepatnya di deli. Perkebunan itu sangat menguntungkan karena dapat menghasilkan tembakau yang sangat berkualitas, dan merupakan perusahaan yang paling untung se dunia. Perkebunan tembakau di deli merupakan perkebunan yang berpindah pindah system penanamannya sehingga membutuhkan tenaga manusia yang lebih banyak, sehingga mengakibatkan terjadinya transmigrasi dari jawa ke sumatera.
 Perkebunan karet sumatera timur dan buruh perempuan. = di sumatera timur banyak perkebunan yang menjadi komoditas ekspor pada waktu itu, salah satunya yaitu karet. Karet di sana sangat subur karena cuaca yang sangat mendukung. Tetapi pada tahun 1947 terjadi pertempuran di sumatera timur sehiingga mengakibatkan kerusakan yang lumayan parah. Di sumatera timur sendiri terdapat para buruh2 perempuan yang diberi tugas untuk memanen tanaman saja dan memasak. Sedangkan untuk stuatus dan tempat tinggal buruh perempuan sama dengan buruh laki-laki.
 Buruh dan petani cina di sumatera dan Kalimantan. = di sumatera dan Kalimantan terdapat banyak perkebunan tetapi usaha perusahaan dan pengusaha untuk mendapatkan buruh sangatlah sulit, hal ini disebabkan karena di Kalimantan dan sumatera pendududknya sudah memiliki tanah dan kebun sendiri yang cukup luas. Maka dari itu pengusaha perusahaan berusaha mendatangkan buruh dari jawa dan cina untuk diperkerjakan di sana. Tetapi setelah mereka mendapatkan pekerja itu para pengusaha perkebunan tidak mau rugi dengan hanya membayar mereka dengan rendah sekali dan bahkan mereka dibayar dengan uang yang hanya laku di perusahaan mereka atau hanya sekitar perusahaan. Dan juga para pengusaha membuka tempat perjudian sehingga mengakibatkan para buruh terbelit hutang sehingga mereka akan terus bekerja di sana. Hal ini menimbulkan skandal perkebunan sehingga menyebakan pemerintah membuat suatu organisasi untuk menginspeksi perusahaan sehingga hak-hak buruh tetap terjaga.
 Perempuan dan ekonomi. = di lihat dari segi manapun peran perempuan cukup membantu kaum laki-laki. Tetapi pada jaman dahulu peran perempuan amatlah kecil karena perempauan jika menjadi buruh , upah mereka lebih kecil daripada kaum laki-laki. Dan di perkebunan sendiri kaum perempuan sangatlah memprihatinkan karena jika ada mandor yang menginginkannya maka dia harus mau meskipun sang perempuan da suaminya. Hal ini tidak hanya terjadi di Indonesia saja tetapi di cina sendiri juga ada.
 Erwisa Erman, dkk, Orang Rantai: Dari Penjara ke Penjara. Yogyakarta: Ombak dan Pemerintah Sawah Lunto. = di sawahlunto terdapat tambang batu bara yang hasil produksinya sangat berlimpah oleh karena itu pemerintah colonial belanda mendirikan sebuah penjara besar yang di isi oleh para tawanan kelas kakap dan tahanan politik. Mereka di tugaskan untuk menggali terowongan dan mengambil batu bara tersebut untuk keuntungan pemerintah colonial belanda.sebagian besar mereka dirantai kakinya agar tidak dapat melarikan diri dan juga dijaga oleh para mandor yang sangat jahat, yang tidak segan-segan menyambuk para tahanan dengan rotan apabila mereka melakukan suatu kesalahan.
Referensi yang dapat membantu memahami mengenai sejarah sosial ekonomi Indonesia adalah :
 Benny G. Setiono, 2008. Tionghoa dalam Pusaran Politik. Mengungkap Fakta Sejarah Tersembunyi Orang Tionghoa di Indonesia. Kajarta: TransMedia.
 Breman, Jan.1997. Menjinakkan Sang Kuli Politik Pada Awal Abad Ke-20. Graffiti.
 Burger, D.H.- Atmosudirdjo, Prajudi. 1984. Sejarah Ekonomi Indonesia Dari Segi Sosiologi Sampai Akhir Abad XIX. Pradja Pramita.
 Daliman,A. 2001. Sejarah Indonesia Abad XIX-Awal Abad XX : Sistem Politik Kolonial dan Administrasi Pemerintahan Hindia-Belanda. FISE-UNY
 Endang Suhendar. Yohana Budi Winarni.1998. Petani Dan Konflik Agraria. Bandung: Yayasan Akatiga Mubyarto. 1992. Tanah dan Tenaga Kerja Perkebunan: Kajian Sosial Ekonomi. Yogyakarta: Aditya Media.
 Heidhues, Mary Somers, 2003. Gollddiggers, Farmers, and Trades in the”Chinese Districs” of West Kalimantan, Indonesia. New York: SEAP.
 Melly G. Tan, 1981. Golongan Etnis Tionghoa di Indonesia. Suatu Pembinaan Kesatuan Bangsa. Jakarta: Gramedia.
 Mubyarto. 1992. Tanah dan Tenaga Kerja Perkebunan: Kajian Sosial Ekonomi. Yogyakarta: Aditya Media.
 Pelzer J, Karl. 1991. Sengketa Agraria: Pengusaha Perkebunan Melawan Petani. Jakarta: Sinar Harapan.
 Prajudi Atmosudirjo. Sejarah Sosial Ekonomi Indonesia. Dari Segi Sosiolgi sampai akhir abad ke XIX. Jakarta: Pradnya Paramita.
 Rafiz.1991. Penguasaan Tenaga Kerja Dan Perkabunan Besar Di Sumatera Timur. Tinjauan Histories. Majalah Prisma. Cetakan 4 April.
 Robert van Niel. 2003. Sistem Tanam Paksa di Jawa. Jakarta: PT Pustaka.
 Sartono K, Djoko Suryo. 1991. Sejarah Kolonial Indonesia: Kajian Sosial Ekonomi. Yogyakarta: Aditya Media.
 Sugijanto Patmo. 2004. Bungai Rampai Sejarah Sosial Ekonomi Indonesia. Yogyakarta: Aditya Media.
 Suhartono. 1991. Apanage Dan Bekel Perubahan Sosial Di Pedesaan Surakarta 1830-1920. Tiara Wacana.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s