Tatanegara

1.Konstitusi RI 1945 tidak menggambarkan keinginan rakyat secara keseluruhan. Karena perumusannya didasari atas kondisi nasionalisme, internasionalisme perang, kemerdekaan dan filsafat hukum.
Jika dilihat pada waktu Indonesia belum merdeka sampai merdeka maka kita akan melihat fakta-fakta terjadinya sumpah pemuda yang pada waktu itu menjadi inti dari persatuan dan kesatuan atas wilayah NKRI, dan juga atas satu bahasa yang memicu terjadinya isu-isu kemerdekaan pada saat itu. Masyarakat yang pada waktu itu menunggu nunggu kemerdekaan karena sekian lama terjajah mengakibatkan semangat nasionalisme berkobar kobar dan mencapai puncaknya pada saat mengetahui bahwa pada waktu itu Jepang mengalami kekalahan. Maka dari itu kesempatan itu tidak di sia-siakan dengan memproklamirkan kemerdekaan RI, meskipun pada saat memproklamirkan kemerdekaan Indonesia belum memiliki konstitusi yang jelas dan telah matang. setelah memproklamirkan kemerdekaan Indonesia membentuk dewan konstitusi, karena kontitusi merupakan satu syarat adanya Negara adalah memiliki konstitusi. Pada tanggal 18 agustus 1945 kontitusi dibentuk dan berdiri, dan pada waktu itu hanya ditunjukkan untuk diakui di dunia Internasional sebagai Negara yang merdeka dan patut diperjuangkan ketika mendapat tekanan dari Negara lain dalam konteks ini pemerintah hindia belanda. Sementara itu uud 1945 merupakan konstitusi yang sejak awal hanya dirancang untuk sementara hal ini semakin diperjelas dengan adanya uu tambahan yang menyebutkan bahwa setelah 6 bulan dibuatlah undang-undang yang baru.
Dan juga uud 1945 dikeluarkan oleh BPUPKI dan bukan melalui aspirasi maupun musyawarah mufakat masyarakat pada waktu itu sehingga uud 1945 tidak menggambarkan keinginan rakyat Indonesia pada saat itu secara keseluruhan.

2.Dalam kontutusi RI diatur tentang kebenaran bagi warga Negara. 4 kebebasan yang di jamin oleh konstitusi tersebut dan pelaksanaan kebebasan tersebut dalam praktek ketatanegaraan pada masa orde baru.
Kebebasan rohani.
Kebebasan dari kekurangan.
Kebebasan dari ketakutan.
Kebebasan beragama dan menjalankan ibadat.

Dalam prakteknya kebebasan rohani yang meliputi kebebasan berpendapat dan berorganisasi merupakan hak yang melekat pada kehidupan. Dalam konteks manusia sebagai mahluk yang berpikir/ berakal maka penyampaian buah pikiran / gagasan tidak dapat dihalangi sepanjang tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang berlaku dalam suatu masyarakat. tetapi pada waktu orde baru itu amat dikekang oleh pemeritah sendiri sehingga pada waktu itu tidak ada parkembangan yang berarti dari kebebasan berpendapat dan berorganisasi itu.

Tentang kebebasan dari kekurangan menekankan pada penghargaan yang layak terhadap jasa-jasa pada waktu orde baru kebebasan ini juga diselewengkan oleh para penguasa untuk kepentingan mereka sendiri / pribadi sehingga mengakibatkan pada waktu itu rakyat sangat menderita karena pertumbuhan ekonomi pun tidak seimbang. Padahal di RI terjadi banyak keragaman di masyarakatnya, tetapi pemerintah pusat tidak mempunyai perhatian untuk ini. Pembatasan kewenangan daerah berdampak pada kurangnya pengembangan potensi lokal. Pemerintah menciptakan ketergantungan kepada pemerintah pusat.

Tentang kebebasan dari ketakutan meliputi kepastian hukum dibidang politik, ekonomi, social dan budaya. Pelaksanaannya pada waktu orde baru pemerintah melakukan kepanikan massal dengan melaksanakan hukum yang sewenang wenang dan juga menghancurkan lawan politik yang di anggap berbahaya. Dan juga menimbulkan isu sara di kalangan masyarakat yang di ciptakan oleh pemerintah.

Tentang kebebasan beragama dan beribadat adalah hak setiap manusia untuk menjalankan agamanya dengan merdeka. Namun pada zaman orde baru agama digunakan untuk tujuan politik guna mempertahankan kekuasaan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s