Zaman Andhara , Parthi dan Kushan (185 seb.M – 225)

Kerajaan Andhara didiami oleh bangsa Dravida , letaknya dipantai teluk Benggala , diantara muara sungai Godavari dan Krisna. Diwaktu pemerintahan raja Asoka kerajaan itu ditaklukkan dan diharuskan membayar upeti. Tapi kerajaan itu kemudian semakin hari semakin bertambah kuat , sehingga seorang dari antara raja –rajanya dapat menduduki kerajaan Maurya.Selama raja – raja Andhara memerintah , agama Brahma dan Buddha kedua duanya mendapat penghargaan yang sama. Walaupun raja – raja sendiri memeluk agama Brahma , agama Buddha mendapat perlindungan dan bantuan juga dari pihak mereka.

Dalam masyarakat negeri Andhara terdapat 4 golongan yaitu :
1. raja dan kepala – kepala daerah terdiri dari kaum ningrat Maharathi dan Mahasenapati.
2. pegawai – pegawai negeri.
3. pekerja yang terdidik (juru tulis , juru obat , juru tanaman )
4. pekerja tangan (tukang besi , kayu , pemancing , dsb )

Segala macam pekerjaan diatur oleh golongannya sendiri , jadi ada golongan tukang emas , golongan tukang kayu , dsb. Untuk keperluan masing-masing golongan mereka mengadakan aturan tentang syarat-syarat kecakapan , upah , harga bahan-bahan dsb. Dengan pendek kata sama dengan “Gildenwezen” yang terdapat di eropa di jaman pertengahan.
Raja yang terkenal dari bangsa Parthi ialah Gondophares. Menurut berita raja inilah yang membawa agama Kristen ketanah India.
India Utara mengalami kerusakan disebabkan oleh masuknya bangsa Yue-Chi dari Tiongkok Tengah.
Bangsa ini amat perkasa ,sehingga mereka menaklukkan daerah-daerah Turkestan sekarang dan mengusir bangsa-bangsa Saka atau Scyt disekitar laut Kaspia.
Sesudah mengetahui kelemahan raja-raja Andhara , bangsa Yue-Chi berichtiar untuk merebut India. Mula – mula mereka menaklukkan daerah Gandhara dan Punjab. Kerajaan yang didirikan mereka disana ialah kerajaan Kushan , nama suatu suku dari bangsa Yue-Chi itu.Rajanya yang pertama ialah Kadhpises 1 (tahun 40 sesudah M) Pada waktu itu kerajaan Romawi sudah masyur sampai di India. Menurut berita raja Kushan mengirim utusan ke Roma , supaya kedua kerajaan itu berdamai dan jangan sampai berperang.
Raja Kushan yang termasyur bernama Kanishka (tahun 120) ia terkenal karena pembela agama Buddha.Raja Kanishka sangat memajukan kebudayaan Kushan , sehingga kebudayaan itu mempunyai corak baru dalam sejarah India yang dinamakan masa Gandhara.
Diantara raja-raja keturunanya yaitu Vasudeva ,(182-220). Ialah raja penghabisan yang masih dapat memegang persatuan dalam kerajaannya. Tetapi diwaktu pemerintahannya sudah nampak tanda – tanda keruntuhan. Mula – mula pecah penyakit pest yang menular dari Babylon ke sebelah barat sampai di Eropa dan kearah timur hingga ke India yang mendatangkan maut bberjuta juta dan tidak kurang pula diantaranya tentara kerajaan. Kejadian yang ke 2 : kuasa kerajaan Persia yang dipimpin oleh raja baru yaitu Ardhashir dari keluarga Sassaniya , makin mengancam. Setelah Vasudeva wafat , kerajaan Kushan pecah belah dan seperti nasib kerajaan Andhara di India Tengah , kerajaan Kushan lenyap juga dari sejarah. Zaman yang mulai keruntuhan kerajaan Kushan dan Andhara sampai zaman Gupta yang meliputi 1.K. 100 tahun adalah zaman yang sulit sekali dalam sejarah India. Yang tetap berdiri pada masa itu adalah kerajaan Saka (Scyth) di India Barat , didaerah sungai Indus dan Rajputana. Bangsa Rajput yang menduduki daerah Rajputana sekarang di sebelah utara Bombaymasuk keturunan bangsa Saka itu.

Zaman Raja –Raja Gupta (320-656) atau Zaman Emas India

Dalam abad ke 4 mulailah cahaya bersinar kembali dalam sejarah India dengan timbulnya suatu kerajaan baru , yaitu kerajaan Gupta. Kerajaan ini menghampiri kemasyuran kerajaan Maurya dizaman Chandragupta dan Asoka Maurya.Raja itu mengambil nama Chandragupta 1 , nama yang sudah masyur dizaman purbakala. Ia memerintah dari tahun 320 – 330 dan diganti oleh puteranya Samudragupta yang memerintah antara tahun 330 – 375.
Raja ini terhitung salah satu yang termasyur diantara raja – raja India. Berhubung dengan peperangan – peperangan yang dilakukannya dan kemenangan – kemenangan yang diperolehnya ia dapat dibandingkan dengan napoleon. Samudragupta adalah Brahmin yang setia kepada agama hindu , akan tetapi orang yang gagah perkasa juga yang ingin memperluas kerajaannya. Tidak lama setelah raja itu dinobatkan ia mulai memerangi kerajaan – kerajaan yang terletak disekitar kerajaannya dan menakklukan daerah yang dinamai sejak lama Hindustan dan kemudian daerah –daerah di sebelah utara. Setelah itu Samudragupta mengadakan persediaan untuk menyerang daerah –daerah di sebelah selatan yang sukar sekali dimasuki. Raja itu berturut turut menakklukan Kosala –Selatan , Nagpur , Orissa dan India Tengah. Peperangan diteruskannya ke bagian selatan sekali dengan melalui sungai Mahanadi dan Godavari dan menakklukan kerajaan – kerajaan Kalinga dan Pallava di daerah Madras yang sekarang. Kemudian Samudragupta mengambil jalan kesebelah barat dan melalui kerajaan – kerajaan Mahrata , Devarashtra dan Khandesh. Peperangan itu memakan waktu lebih dari 3 tahun dan perjalanan tentaranya lebih dari 3000 mil.
Akan tetapi negeri – negeri yang diperangi itu tidak seluruhnya dapat dimasukkan dalam kerajaannya. Yang langsung di bawah pemerintahannya ialah daerah Hindustan , sebagian dari India Utara dan India Tengah. Yang diluarnya hanya dipandang sebagai kerajaan – kerajaan yang membayar upeti dan di bawah perlindungan kerajaan Gupta. Raja itu mengadakan hubungan dengan Meghavarna , raja Sailan yang beragama Buddha.
Dibawah pemerintahan puteranya Chandragupta 2 Vikramaditya (375 – 415) kerajaan Gupta bertambah luas lagi. Daerah – daerah di sekitar Indus yang dikuasai orang Saka ditakklukannya , negeri – negeri kaya di India Barat seperti Gujarat dan Malwa dirampas. Dengan jalan demikian kerajaan Gupta dapat mempunyai pelabuhan – pelabuhan ; kapal –kapal memudahkan perhubungan dengan negeri Arab dan Mesir melalui laut Kolzum (laut merah).

Diwaktu pemerintahan Chandragupta 2 Vikramaditya kerajaan Gupta sampailah dipuncak kebesarannya. Keadaan kerajaan amat makmur dan sentosa , pemerintahan dijalankan dengan bijaksana selama 30 tahun dipegang oleh raja.
Setelah raja itu wafat ditahun 415 kerajaan Gupta lambat laun mundur , terutama oleh karena desakan bangsa Huna (Huns) dari Utara dan sikap raja – raja penggantinya yang tidak cakap. Diantara tahun 480 -490 jadi kurang lebih 70 tahun sesudah Chandragupta 2 wafat , kerajaan Gupta sudah mulai pecah belah. Keturunan Gupta tetap tinggal memerintah hingga abad ke 8 , akan tetapi hanya sebagai raja –raja kecil saja di Magadha.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s