Pembentukan tentara BKR

BKR

 • Letak Geografis Daerah Kedu

Kedu selatan terletak di daerah kedu bagian selatan dan termasuk dalam wilayah propinsi Jawa Tengah. Kedu selatan terdiri dari kabupaten purworejo dan kabupaten kebumen.
Nama “kedu” digunakan sebagai nama karesidenan pada zaman pemerintahan Kolonial Hindia Belanda. Dari mana asal nama “kedu” sehingga digunakan menjadi nama karesidenan , sejak kapan , oleh siapa , dan bagaimana riwayatnya tidak diungkap disini. Namun , diantara jalan raya dari magelang atau semarang ke wonosobo , terdapat sebuah desa yang namanya “kedu”.
Batas-batas karesidenan kedu di masa pemerintahan Kolonial Hindia Belanda hingga masa sekarang dapat diuraikan sebagai berikut :
1. Sebelah barat berbatasan dengan karesidenan Banyumas dan karesidenan Pekalongan.
2. Sebelah utara berbatasan dengan karesidenan Semarang.
3. Sebelah timur berbatasan dengan karesidenan Surakarta dan daerah Istimewa Yogyakarta.
4. Sebelah selatan membentang luas Samudra Hindia yang kini lebih sering disebut Samudra Indonesia.
Daerah Kedu di sebelah utara terdiri dari tanah perbukitan dengan dataran-dataran yang luas, menjulang tinggi dengan megahnya gunung Sindoro dan Sumbing. Dataran-dataran perbukitan itu merupakan daerah yang subur seperti Dieng dan Temanggung, yang terkenal dengan tembakau dan vanili sebagai penghasil utamanya. Pada beberapa bagian di sebelah utara dan timur daerah Kedu masih terdapat hutan-hutan lindung yang terpelihara dengan baik.
Tengah-tengah wilayah Kedu terletak kota Magelang yang di jadikan sebagai ibukota Karesidenan Kedu. Di sebelah selatan kota Magelang terdapat dataran luas yang di atasnya berdiri candi Borobudur. Disini dulu bermukim seorang Raja Agung dan pendiri dinasti syailendra yang beragama Budha.
Di selatan wilayah Kedu, tepatnya di sepanjang Samudra Indonesia terdapat dataran luas dan perbukitan kecil di karangbolong ( selatan Gombong ). Karangbolong terkenal dengan penghasil sarang burung walet. Sedangkan dataran rendahnya merupakan penghasil tanaman padi dan palawija. Dibandingkan dengan daerah lain di Kedu, daerah ini sangat padat penduduknya. Secara keseluruhan keadaaan iklim di daerah Kedu sebelah utara hawanya dingin dan sejuk, tapi ke selatan berangsur-angsur panas.
Di zaman Diponegoro Kedu merupakan daerah yang baik untuk gerilya. Medannya berbukit-bukit dan tanahnya yang subur merupakan sumber logistik perang yang handal. Ditambah lagi dengan semangat rakyatnya yang sangat patriotik menjadikan perang Diponegoro berkobar dengan dasyatnya.
Perang yang juga disebut sebagai perang jawa ini baru berhenti setelah pangeran Diponegoro ditangkap oleh Kolonial Belanda secara licik da magelang.akan tetapi para pengikut Diponegoro tidak kembali ke daerahnya. Mereka memilih menyatu dengan rakyat di Kedu dan sebagian besar di daerah Kedu bagian selatan.
Pada masa pemerintah kolonial Hindia Belanda, Karesidenan Kedu dikepalai oleh seorang Residen yang membawahi beberapa Bupati.pada masa kini, Residen disebut sebagai pembantu Gubernur dengan tugas dan kewajiban untuk melakukan koordinasi dan pengendalian terhadap Kabupaten-kabupaten dalam wilayah yang bersangkutan. Para Bupati berada langsung di bawah Gubernur dan tidak berada di bawah Residen seperti zaman Hindia Belanda dahulu.
Wilayah pembantu Gubernur yang dahulu Karesidanan Kedu, kini menjadi bagian propinsi Jawa Tengah. Karesidenan Kedu terdiri dari kabupaten Magelang, Temanggung, Wonosobo, Kebumen, Purworejo dan juga kotamadya Magelang. Propinsi Jawa Tengah sendiri terdiri dari 6 wilayah pembantu Gubernur, yakni : Semarang, Pati, Surakarta, Kedu, Banyumas dan Pekalongan.

Pembentukan-badan-Keamanan-Rakyat-BKR

• Proses Pembentukan BKR di Kedu Selatan

Menjelang Proklamasi, pada tanggal 23 Agustus 1945 President mengeluarkan seruan agar bekas para Prajurit PETA, HEIHO, Pelaut serta segenap pemuda untuk masuk dan bekerja pada Badan Keamanan Rakyat. Setelah itu di daerah tingkat kabupaten diadakan musyawarah antara bekas opsir PETA yang tertinngi pangkatnya dengan Bupati dan Kepala Polisi Negara Kabupaten, untuk memecahkan berbagai masalah guna melaksanakan seruan Presiden. Maka dari itu diambilah langkah-langkah sebagai berikut:
1. BKR di tempatkan di dalam wadah BPKKP(Badan Penolong Keluarga Korban Perang) yang dibina oleh KNI di daerah-daerah.
2. Tugas BKR adalah menjaga keamanan Rakyat setempat.
Dengan adanya langkah-langkah itu segera diadakan pemanggilan kepada para bekas prajurit PETA, HEIHO, Pelaut, KNIL dan pemuda lain di kampung atau desa yang telah ditentukan. Mengenai masalah konsumsi BKR, menjadi tanggung jawab Bupati selaku Ketua BPKKP Kabupaten. Wedono untuk tingkat Kawedanan dan Camat untuk tingkat Kecamatan. Sedangkan untuk masalah persenjataan, Kepala Polisi setempat menyatakan kesanggupannya untuk memberikan pinjaman beberapa pucuk senjata selama diperlukan.

1. Di Purworejo
Kepala Polisi Kabupaten Purworejo talah menentukan bahwa tempat berkumpulnya BKR di gudang bekas kediaman Mayor KNIL Oerip Soemohardjo. Waktu berkumpul bagi yang dipanggil adalah segera setelah panggilan diterima. Asal wilayah yang dipanggilan adalah Kota Purworejo dan sekitarnya, yaitu dari wilayah Kawedanan Purwodadi, Loan dan Purworejo. Eks Daidancho Moekahar menunjuk eks Ccudancho Koen Kamdani untuk memipin pasukan BKR Purworejo, jumlah pasukan BKR Purworejo sekitar 600 orang. Bekal untuk pasukan BKR disediakan oleh dapur umum yang melibatkan Ibu Moekahar dan ibu-ibu dari Perwari yang semasa Jepang dikenal sebagai FUJINKAI, sedangkan sumber dana berasal dari Bupati Soeraryo.
Senjata BKR di dapat dari pinjaman Kepala Polisi Kabupaten Purworejo Inspektur I Soewoso berupa beberapa pucuk senapan laras panjang dan pistol yang digunakan polisi. Setelah itu terus menambah senjata dengan melucuti Jepang yang berkedudukan di kota dan sekitar Purworejo. Pakaian pasukan BKR terdiri dari 3 macam: sebagian besar hijau PETA bagi bekas PETA, khaki HEIHO bagi bekas HEIHO, dan campuran KNIL dan pemuda non Prajurit, yaitu memakai pakaian yang dimiliki masing-masing.
Demikianlah BKR Purworejo dengan kekuatan sebesar batalyon, dan senjata hampir dua kompi atau 1:3. Meskipun begitu, dengan berbekal semangat yang tinggi, BKR Purworejo tetap siap bertempur menghadapi segala kemungkinan.

2. Di Kutoarjo, Grabag, Butuh, dan Kemiri
BKR Kutoarjo diselenggarakan secara tidak terpusat yaitu di Kutoarjo, Grabag, Butuh, dan Kemiri. Keempat tempat itu memiliki pola dasar penyelenggaran yang sama. Logistik menjadi tugas dan tanggung jawab BPKKP yang di ketahui oleh Wedana di Kawedanan dan Camat di Kecamatan. Peminjaman senjata yang diperlukan, diberikan i oleh polisi yang terdekat selama diperlukan di berikan oleh polisi yang terdekat selama diperlukan. Bekal untuk anggota BKR diselinggarakan oleh dapur umum yang melibatkan ibu-ibu yang di zaman Jepang disebut FUJINKAI dan juga keikut sertaan dari pihak keluarga atau organisasi wanita lain.
Selain itu juga terbentuk BKR di beberapa tempat, yaitu BKR Grabag di Bawah pimpinan mantan Shodancho Ramelan, BKR Butuh di bawah pimpin mantan Shodancho Roes’an dan BKR Kemiri di bawah pimpinan mantan Shodancho Panoedjoe. Setiap BKR masing-masing berkekuatan satu kompi dan memiliki markas sendiri.
Persenjataan yang dimiliki BKR Kutoarjo, Grabag, Butuh, dan Kemiri sangat minim, meskipun telah mendapat pinjaman dari polisi dan perolehan dari pelucutan senjata di Sumpyuh. Namun dengan semangat yang berkobar-kobar, pasukan BKR Kutoarjo, Grabag, Butuh, dan Kemiri siap untuk bertugas menghadapi musuh.
Pakain seragam anggota BKR di Kutoarjo, Grabag, Butuh dan Kemiri sama dengan yang didapat di Purworejo. Sebagian menggunakan seragam PETA, sebagian kecil seragam HEIHO dan sebagian lagi menggunakan pakaian campuran milik masing-masing.
Seperti halnya di Purworejo, bekal bagi anggota BKR menjadi tanggung jawab Bupati. Demikian pula anggota BKR Kutoarjo menjadi tanggung jawab Wedana Kutoarjo selaku Ketua BPKKP; BKR Grabag menjadi tanggung jawab Camat Grabag; BKR Butuh menjadi tanggung jawab Camat Butuh; BKR Kemiri menjadi tanggung jawab Wedana Kemiri.

3. Di Prembun
Pembentukan BKR di Prembun mengambil tempat di gudang bekas Pabrik Gula Prembun, para pemuda bekas prajurit PETA, HEIHO, KNIL, Pelaut dan pemuda lainnya yang bertempat tinggal di sekitar Prembun yaitu dari daerah Kecamatan Prembun dan Kecamatan Mirit diminta untuk menjadi anggota BKR. Bekal bagi anggota BKR Prembun diselenggarakan oleh Wedana Prembun dengan bantuan Ibu-ibu Perwari dan dari organisasi wanita lain. Mereka menyelenggarakan dapur umum guna menyediakan ”NUK” bagi pasukan BKR.
Senjata yang dimiliki BKR Prembun termasuk lumayan. Senjata didapat dari hasil melucuti tentara Jepang yang ada di gedung bekas pabrik gula. Senjata lain berasal dari pinjaman Polisi Prembun. Dengan senjata senapan yang ada ditambah dengan senjata tajam yang berupa keris, tombak dan bambu runcing, BKR Prembun siap siaga menghadapi segala kemungkinan. Pakaian BKR Prembun berlaku Komandan tunggal, dalam arti semuanya langsung atas komando dari pimpinan BKR.

4. Di Kutowinangun
Pembentukan BKR di Kutowinangun, mengambil tempat di Kawedanan Kutowinangun dipimpin oleh eks Bundancho Marsoem dan Aboe Soedjak, bekas HEIHO Bawoek dan Saimin. Satu kompi BKR Kutowinangun berhasil dibentuk dan dipusatkan di Sekolah Muhammadiyah, serta sebagian lagi di SDN Kutowinangun. Pembentukan BKR mendapat dukungan dari Wedana Kutowinangun. Sedangkan dapur umum diselenggarakan oleh Ibu-ibu Perwari yang menyediakan ”NUK”.
Pakaian BKR Kutowinangun tidak berbeda dengan di tempat-tempat lain. Ada tiga macam, yaitu hijau PETA, khaki HEIHO dan campuran. Sedangkan senjata masih sangat minim. Namun, semangat tetap tinggi.

5. Di Kebumen
Setelah terdengar berita mengenai panggilan BKR dari radio langsung dalam menghubungi bekas Opsir PETA yang berkedudukan di Kebumen, agar secepatnya membentuk BKR Kebumen. Pembentukan BKR di Kebumen dipimpin eks Chudancho Soedradjat bertempat di Kantor Polisi Kebumen. Selain itu peran Ibu-ibu Perwari di Kebumen juga besar di bawah pimpinan Ibu Goelarso dan Ibu Mangkoe Soemitro serta organisasi wanita lainnya. Mereka menyelenggarakan dapur umum untuk bekal pasukan BKR Kebumen yang dipusatkan di Gedung Sekolah Cina HCS (Holland Chinese School) yang terletak di Jalan Kutoarjo, dekat Monumen Walet.
Kepala Polisi Kebumen Ajun Komisaris Soedjono memberikan pinjaman senjata kepada BKR kebumen berupa :
• Pistol Buldok 5 pucuk.
• Pistol Colt kuda 3 pucuk.
• Pistol Mauser 1 pucuk.
• Senapan panjang (polisi) 24 pucuk.
Pakaian yang di kenakan oleh BKR di Kebumen tidak berbeda dengan tempat-tempat lainnya. Ada tiga macam, sebagian besar berpakaian hijau bekas PETA, khaki bekas HEIHO sebagaian kecil dan sebagian lagi campuran milik masing-masing.

6. Di Pejagoan
Pejagoan adalah Kota Kawedanan yang letaknya dekat dan berbatasan dengan Kota Kebumen. Pejagoan ditunjuk menjadi tempat pemusatan pendaftaran menjadi BKR bagi pemuda bekas PETA, HEIHO, Pelaut dan lainnya yang tinggal di sekitar Pejagoan. Kegiatan pendaftaran, pembentukan serta kesiagaan pasukan BKR dilakukan dengan mengambil tempat di Komplek Perumahan Pabrik Genteng Soka di Kebulusan.
Seperti halnya dengan di tempat-tempat lain,bekal bagi pasukan BKR Pejagoan diselenggarakan oleh Wedana Pejagoan. Pelaksanaannya dilakukan oleh Camat Pejagoan Daroesman dengan dibantu oleh Ibu-ibu Perwari Pejagoan.
Seragam BKR Pejagoan tidak berbeda dengan pasukan BKR lainnya. Ada yang sebagian hijau bekas PETA, sebagian lagi khaki bekas HEIHO, dan sebagian besar campuran milik masing-masing. Senjata pasukan BKR Pejagoan pada awalnya dapat dikatakan tidak ada sama sekali. Akan tetapi mereka memiliki semangat yang tinggi untuk berjuang mempertahankan kemerdekaan, meskipun hanya dengan bersenjata keris, tombak, pedang dan bambu runcing.

7. Di Karanganyar
Di Karanganyar dilakukan rapat untuk menanggapi seruan Presiden tentang pembentukan BKR, rapat ini di selenggarakan di rumah tinggal eks Bundancho Bambang Widjanarko. Rapat memutuskan tentang waktu dan tempat pendaftaran masuk BKR untuk para pemuda yang tinggal di sekitar Karanganyar, baik bekas prajurit maupun yang bukan. Wedana Karanganyar Hardjo Kartoatmodjo selaku ketua BPKKP dibantu ibu-ibu Perwari menyelenggarakan bekal pasukan BKR Karanganyar. Senjata BKR Karanganyar berjumlah 5 pucuk. Senjata tersebut dimiliki karena sebelum BKR terbentuk para bekas prajurit PETA sudah bertindak melucuti Jepang yang berada di Karanganyar. Meskipun begitu hanya dengan senjata bambu runcing dan senjata tajam yang beragam jenisnya sekalipun, BKR Karanganyar tetap siaga dalam menghadapi berbagai kemungkinan.
Seragam bagi BKR Karanganyar ada 3 macam, yaitu : sebagian hijua bekas PETA, sebagian lagi khaki bekas HEIHO dan sebagian besar lainnya campuran milik masing-masing pemuda non prajurit.

8. Di Gombong
Seruan Presiden RI tanggal 23 Agustus 1945 yang diteruskan melalui pamong praja disambut baik para pemuda bekas PETA, HEIHO, Pelaut, KNIL, serta pemuda lain. Mereka bergegas untuk mendaftarkan diri masuk BKR ke Kesatrian. Dalam waktu singkat terhimpunlah pasukan sebesar 2 kompi. Gombong fasilitas militer yang lengkap, berbeda dengan Karanganyar dan Kebumen. Meskipun mereka telah dibubarkan, namun terdapat beberapa bekas prajurit PETA yang tetap berkumpul dan siaga di Kesatrian. Pengarahan pasukan BKR Gombong disampaikan oleh eks Chudancho Sarbini. Atas permintaan Wedana Gombong Sosroboesono, ibu-ibu Perwari Gombong menyelenggarakan dapur umum, untuk menyediakan ”Nuk” bagi pasukan BKR Gombong.
Sementara itu Kepala Polisi Gombong meminjamkan 40 pucuk senjatanya kepada pihak BKR Gombong, setelah sebelumnya Komandan Pasukan BKR Gombong minta bantuan pinjaman senjata.
Secara keseluruhan dalam hal organisasi, Badan Keamanan Rakyat merupakan organisasi lokal dibawah BPKKP setempat. Ia tidak mempunyai garis komando dari tingkat teratas hingga ke Kabupaten-kabupaten dan Kecamatan-kecamatan.

Iklan

MIG 17 “Fresco” AURI era Soekarno

Mikoyan-Gurevich MiG-17 (kode NATO “Fresco”) adalah pesawat tempur jet Uni Sovyet yang aktif sejak tahun 1952. Pesawat ini menrupakan pengembangan lebih lanjut dari MiG-15. Tercatat Indonesia pernah memiliki pesawat jenis ini. Pesawat ini umumnya digunakan di negara-negara Pakta Warsawa, Afrika, dan Asia.
Kelahiran Fresco
MiG-17 yang oleh pihak NATO dijuluki “Fresco” dibuat oleh Mikoyan-Gurevich, salah satu pabrikan pesawat perang tersukses di Uni Soviet. Pesawat yang dirancang sebagai fighter ini, merupakan penyempurnaan dari pendahulunya, MiG-15 Fagot. Dari bentuk dan spesifikasi, nyaris semuanya mirip dengan “kakak”nya itu. Kecuali semacam sirip kecil yang membelah sayap. Pada Fagot, sirip itu hanya dua, sementara di Fresco ada tiga.
Kelahiran jet tempur berkecepatan subsonik ini, sedikit banyak juga dipicu dengan kehandalan F-86 AVON Sabre, buatan Amerika, yang jadi seteru bebuyutannya Soviet. Pada perang Korea, terbukti Sabre lebih ampuh dan mampu mengatasi kegesitan MiG-15. Belajar dari kekurangan MiG-15 itulah, kemudian Soviet mulai merancang Fresco.
Pada dasarnya, pesawat ini dirancang sebagai pesawat penempur (fighter), yang nantinya bakal ditugaskan meladeni penempur-penempur Amerika. MiG-15 sendiri secara struktur aerodinamisnya sebenarnya sudah sangat memenuhi syarat dan sudah teruji kegesitannya di kancah perang udara. Maka itu, dari sisi rancang bentuk aerodinamika, tak banyak pengembangan yang dilakukan. Bahkan mesinnya pun sama-sama menggunakan mesin Klimov VK-1.
Prototipenya yang dinamai SI terbang perdana pada Januari 1950. Dua bulan kemudian, SI mengalami kecelakaan terbang saat uji coba. Itu membuat para insinyur MiG bekerja keras, mengevaluasi kembali titik-titik lemah SI, dan memperbaiki kekurangan tersebut. Hasilnya memuaskan. Prototipe selanjutnya, SI-2, berhasil melalui rangkaian uji terbang. Meski dengan mesin sama, pesawat baru ini terbukti mampu terbang lebih cepat dari pendahulunya, dan memiliki kemampuan manuver jauh lebih baik saat terbang tinggi (high altitude).
Produksi pertama dimulai pada September 1951. Generasi pertama Fresco dirancang sebagai penempur subsonik siang, dan memiliki tiga kanon untuk persenjataannya. Dua kanon NR-23 kaliber 23 mm (100 rounds) serta satu NR-37 kaliber 37 mm (40 rounds). Persenjataan itu ditempatkan di bawah moncong pesawat, persis di bawah air intake. Selain itu, Fresco juga mampu menggendong bom 100 kg, yang dicantelkan di bawah sayapnya. Itu membuat pesawat ini juga bisa berfungsi sebagai fighter-bomber. Namun pada prakteknya, cantelan bom tersebut lebih sering dipakai untuk mengangkut tangki bahan bakar cadangan (external tanks).
Dalam pengembangannya, Fresco memiliki sejumlah varian dengan penambahan kemampuan atau konversi fungsi. Seperti pada varian MiG-17P yang dilengkapi radar Izumrud-1 (RP-1), yang dirancang sebagai pesawat pencegat (interceptor). Varian ini juga dirancang sebagai penempur segala cuaca (all weather fighter). Pengembangan lain melahirkan varian MiG-17F, yang mesin VK-1F nya sudah mengadopsi teknologi afterburner, yang membuat pesawat melejit lebih cepat. Sementara varian MiG-17PM, sudah mampu menggendong empat misil udara ke udara jenis K-5 (AA1-Alkali), tapi konsekuensinya tak punya kanon. Varian ini juga dilengkapi radar pembidik pesawat lawan. Varian lain difungsikan sebagai pesawat pengintai.
Pengalaman Perang
Meski dirancang untuk menandingi F-86 Sabre, toh Fresco tak sempat diterjunkan ke kancah perang Korea di tahun 50-an. Padahal, dalam kancah perang di semenanjung Korea itulah Sabre merajalela, menerkam pesawat-pesawat MiG-15 Korea. Bentrokan antara Fresco dan Sabre, dilaporkan pertama kali terjadi di selat Taiwan. Saat itu, Fresco milik angkatan udara Cina terlibat dule udara dengan F-86 Sabre Taiwan.
Fresco sendiri baru meraih nama harum ketika terjun di palagan udara Vietnam. Dengan joki-joki handal dari VPAF (angkatan udara Vietnam Utara), Fresco menjadi momok menakutkan bagi pilot-pilot angkatan udara maupun angkatan laut Amerika. Padahal, di situ Fresco menghadapi lawan yang jauh lebih modern, semacam F-4 Phantom dan jet serang darat F-105 Thunderchief. Padahal lagi, kedua pesawat andalan Amerika itu punya kelebihan mampu terbang super sonik, sementara Fresco “cuma” pemburu sub-sonik. Namun, pilot-pilot VPAF mampu memaksimalkan kelincahan Fresco, sehingga banyak pesawat Amerika yang rontok dibuatnya. Terutama pada periode awal-awal perang. Top ace VPAF untuk pilot MiG-17 adalah Nguyen Van Bay, yang berhasil merontokkan 7 pesawat Amerika. Di antara pesawat yang dijatuhkan Van Bay, ada satu Phantom dan satu Thunderchief.
Pesawat pencegat yang pernah jadi andalan angkatan udara Blok Timur (Pakta Warsawa) ini, sebagian besar sudah pensiun dari operasional. Namun begitu, masih ada pula negara yang mengoperasikan Fresco hingga kini. Sebagian besar adalah negara-negara Afrika, semacam Sudan, Angola, Mali, dan lain-lain. Korea Utara juga masih mengoperasikan pencegat lincah ini. Sementara Indonesia, sejak akhir 1969 silam sudah memensiunkan Fresco.
Specification :
• Crew : One
• Length : 11.36 m (37 ft 3 in)
• Wingspan : 9.63 m (31 ft 7 in)
• Height : 3.80 m (12 ft 6 in)
• Wing area : 22.6 m² (243.2 ft²)
• Empty weight : 3,930 kg (8,646 lb)
• Loaded weight : 5,354 kg (11,803 lb)
• Max takeoff weight : 6,286 kg (13,858 lb)
• Powerplant : 1× Klimov VK-1F afterburning turbojet, 33.1 kN with afterburner (7,440 lbf)
Performance :
• Maximum speed : 1,144 km/h at 3,000 m (711 mph at 10,000 ft (3,000 m))
• Range : 1,080 km, 1,670 km with drop tanks (670 mi / 1,035 mi)
• Service ceiling : 16,600 m (54,500 ft)
• Rate of climb : 65 m/s (12,795 ft/min)
• Wing loading : 237 kg/m² (48 lb/ft²)
• Thrust/weight : 0.63


Armament :
• 1x 37 mm Nudelman N-37 cannon (40 rounds total)
• 2x Nudelman-Rikhter NR-23 cannons (80 rounds per gun, 160 rounds total)
• Up to 500 kg (1,100 lb) of external stores on two pylons, including 100 kg (220 lb) and 250 kg (550 lb) bombs or fuel tanks.
Awal datang di AURI


Fresco termasuk di antara jajaran pesawat tempur modern (pada saat itu) yang pernah dimiliki Angkatan Udara Indonesia. Datang dalam satu paket bersama MiG-15 Fagot, MiG-21 Fishbed, Tu-16 dan lain-lain, sebagai hasil hubungan mesra Indonesia dengan Uni Soviet. Mulai masuk AURI pada 1960 dan pensiun pada 1969, usia operasional yang sangat singkat untuk sebuah jet tempur.
Pesawat MiG 17 Fresco ini merupakan pesawat yang membuat Belanda mengurungkan niatnya mengambil kembali Irian Barat dan membawa nama Indonesia menjadi Angkatan Udara terkuat nomor empat di dunia pada tahun 1960an.
Ujicoba memakan nyawa


Siang itu tanggal 29 Juni 1962 di Lanud Letfuan, semua penerhang dan kru sudah siap di kokpit masing-masing untuk melakukan penerbangan operasi. Tiba-tiba di ujung landasan terlihat asap hitam mengepul ke udara, sedangkan tadi baru saja terlihat sebuah MiG¬17 lepas landas dengan misi mengintai kapal perang Belanda di Teluk Kaimana. Pengintaian ini sehari sebelumnya telah dilakukan juga oleh pesawat B-25 Mitchell yang dikawal P-51 Mustang, namun tidak berhasil karena diganggu oleh pesawat Neptune Belanda.

Asap yang mengepul itu ternyata berasal dari sebuah MiG-17 yang jatuh setelah lepas landas. Afterburner pesawat rupanya tidak bekerja dengan baik, padahal landasan Letfuan relatif pendek sementara pesawat membawa beban amunisi cukup berat. Karena itu menjadi prosedur standar bagi pesawat yang membawa beban maksimal untuk lepas landas menggunakan afterburner.

Sampai di ujung landasan pesawat sebenarnya sudah airborne namun tidak bisa naik, sedangkan di depannya ada sebuah bukit kecil. Mungkin karena beban yang dibawa terlalu berat ditambah afterburner tidak berfungsi dengan baik, mengakibatkan pesawat kehilangan daya untuk bisa menambah ketinggian. Beberapa saat kemudian MiG-17 yang diterbangkan oleh Kapten Gunadi itu menabrak bukit sehingga menyebabkan Kapten Gunadi gugur di tempat. Kejadian itu disaksikan langsung oleh Panglima Mandala Mayjen Soeharto yang kebetulan sedang berada di Letfuan. Sementara wingman Letnan Udara II Slamet Heriyanto berhasil airborne, sewaktu di udara meminta petunjuk kepada Letnan Udara I Oetomo yang akan slap menerbangkn UH-1 Albatros untuk membantu SAR. Mungkin karena gugup melihat leader-nya gugur, Oetomo diperintahkan untuk terbang terus sampai bahan bakarnya cukup untuk mendarat. Slamet melaksanakan instruksi dari Oetomo dan mendarat kembali di Latin dengan selamat.
Tragedi maukar


tanggal 9 Maret 1960, sebuah MiG-17F Fresco dari skadron udara 11 AURI, menukik ke arah Istana Merdeka. Sejurus kemudian rentetan tembakan terdengar memecah udara siang yang panas itu. Berondongan peluru menghunjam ke beberapa bagian Istana. Asalnya dari moncong kanon 23 mm Fresco bernomor 1112 yang diterbangkan Letnan II Penerbang Daniel Maukar. Untungnya Presiden Soekarno sedang tidak berada di Istana.
Berbagai spekulasi memang merebak di balik insiden yang mencoreng AURI tersebut. Yang jelas, Letnan Daniel memang sudah merencanakan aksi nekatnya itu. Ia bahkan sudah menetapkan target dan jalur pelarian. Begitu lepas landas dari bandara Kemayoran, ia membawa pesawatnya memutar menuju Plumpang, mencoba menembak depot minyak milik Shell, setelah itu banting setir ke kanan menuju Istana Merdeka. Dari sana, Daniel ngebut ke Bogor untuk memberondong Istana Bogor, baru kemudian kabur ke arah Garut. Ia mendarat darurat di pesawahan di daerah Kadungora, Garut, tak lama kemudian ditangkap aparat keamanan.
Meskipun gagal meledakkan depot minyak Shell, serta hanya menyebabkan lecet tak berarti di Istana Merdeka, dan menuai cercaan, tapi banyak kalangan penerbang mengakui bahwa aksi itu hanya bisa dilakukan oleh pilot brilian, mengingat tingkat kesulitan manuver-manuver yang harus dilakukannya. Sekaligus juga sebagai ajang pembuktian kemampuan manuver MiG-17F Fresco, yang disebut – sebut sebagai pesawat tempur lincah ini.

Tapi ironis juga, mengingat Fresco yang masuk jajaran AURI tersebut adalah pesawat gres yang baru didatangkan dari Uni Soviet dalam rangka persiapan Operasi Trikora, operasi pembebasan Irian Barat dari cengkeraman Belanda. Alih – alih menunjukkan kehebatannya dalam Palagan Irian, yang tak kesampaian karena konflik akhirnya diakhiri di meja diplomasi, justru Fresco unjuk gigi menembaki Istana sendiri.
Ada cerita unik soal mengenai MiG-17. Semula skadron berkekuatan 49 MiG-17 dan 30 MiG-15 UTI ini berpangkalan di Kemayoran sebe¬lum dipindah ke Madiun. Secara resmi kepindahan ini dikarenakan padatnya traffic di Kemayoran. Karena selain penerbangan sipil, di Kemayoran juga ditempatkan 10 MiG-19 asal Skadron 12 dan Skadron 21 dengan 22 IL-28 Beagle.

Namun sejumlah orang percaya bahwa kepindahan ini gara – gara penembakan Istana Merdeka oleh Letnan Daniel Maukar meng¬gunakan MiG-17 dengan no. F-1112 pada 9 Maret 1960. Setelah kejadian itu Skadron 11 tiba-tiba menda¬pat perintah untuk keluar dari Ibukota.

Proses pindahnya pun rada unik. Perintah keluar Ibukota itu didahului dengan rencana terbang navigasi keliling Indonesia. Pada saat mereka tiba di Bali dan bersiap kembali ke Kemayoran, Mabes AURI tiba-tiba menge¬luarkan instruksi tentang home base baru mereka di Iswahjudi. Sehingga dari Bali MiG-17 lang¬sung diterbangkan ke Iswahjudi, sedangkan personel dan peralatan menyusul kemudian. Sebuah kepindahan yang mendadak.
MiG-17 grounded dan akhirnya dijual ke Pakistan pada tahun 1965. Pen¬giriman dari Lanud Kemayoran dilaksanakan melewati pelabuhan Tanjung Priok pada bulan Okto¬ber, sesaat setelah pemberontakan PKI meletus.

Kekuatan Militer Indonesia era Soekarno

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1960-an, Era Presiden Sukarno, kekuatan militer Indonesia adalah salah satu yang terbesar dan terkuat di dunia. Saat itu, bahkan kekuatan Belanda sudah tidak sebanding dengan Indonesia, dan Amerika sangat khawatir dengan perkembangan kekuatan militer kita yang didukung besar-besaran oleh teknologi terbaru Uni Sovyet.

1960, Belanda masih bercokol di Papua. Melihat kekuatan Republik Indonesia yang makin hebat, Belanda yang didukung Barat merancang muslihat untuk membentuk negara boneka yang seakan-akan merdeka, tapi masih dibawah kendali Belanda.

Presiden Sukarno segera mengambil tindakan ekstrim, tujuannya, merebut kembali Papua. Sukarno segera mengeluarkan maklumat “Trikora” di Yogyakarta, dan isinya adalah:
1. Gagalkan pembentukan negara boneka Papua buatan kolonial Belanda.
2. Kibarkan Sang Saka Merah Putih di seluruh Irian Barat
3. Bersiaplah untuk mobilisasi umum, mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan tanah air bangsa.

 

 

 

 

 

 

 

Berkat kedekatan Indonesia dengan Sovyet, maka Indonesia mendapatkan bantuan besar-besaran kekuatan armada laut dan udara militer termaju di dunia dengan nilai raksasa, US$ 2.5 milyar. Saat itu  kekuatan militer Indonesia menjadi yang terkuat di seluruh belahan bumi selatan.

Kekuatan utama Indonesia di saat Trikora itu adalah salah satu kapal perang terbesar dan tercepat di dunia buatan Sovyet dari kelas Sverdlov, dengan 12 meriam raksasa kaliber 6 inchi. Ini adalah KRI Irian, dengan bobot raksasa 16.640 ton dengan awak sebesar 1270 orang termasuk 60 perwira. Sovyet, tidak pernah sekalipun memberikan kapal sekuat ini pada bangsa lain manapun, kecuali Indonesia. (Kapal-kapal terbaru Indonesia sekarang dari kelas Sigma hanya berbobot 1600 ton).

Angkatan udara Indonesia juga menjadi salahsatu armada udara paling mematikan di dunia, yang terdiri dari lebih dari 100 pesawat tercanggih saat itu. Armada ini terdiri dari :
1. 20 pesawat pemburu supersonic MiG-21 Fishbed.
2. 30 pesawat MiG-15
3. 49 pesawat tempur high-subsonic MiG-17.
4. 10 pesawat supersonic MiG-19.

Pesawat MiG-21 Fishbed adalah salahsatu pesawat supersonic tercanggih di dunia, yang telah mampu terbang dengan kecepatan mencapai Mach 2. Pesawat ini bahkan lebih hebat dari pesawat tercanggih Amerika saat itu, pesawat supersonic F-104 Starfighter dan F-5 Tiger. Sementara Belanda masih mengandalkan pesawat-pesawat peninggalan Perang Dunia II seperti P-51 Mustang.

Sebagai catatan, kedahsyatan pesawat-pesawat MiG-21 dan MiG-17 di Perang Vietnam sampai mendorong Amerika mendirikan United States Navy Strike Fighter Tactics Instructor, pusat latihan pilot-pilot terbaik yang dikenal dengan nama TOP GUN.

Indonesia juga memiliki armada 26 pembom jarak jauh strategis Tu-16 Tupolev (Badger A dan B). ini membuat Indonesia menjadi salahsatu dari hanya 4 bangsa di dunia yang mempunyai pembom strategis, yaitu Amerika, Rusia, dan Inggris. Pangkalannya terletak di Lapangan Udara Iswahyudi, Surabaya.

Bahkan China dan Australia pun belum memiliki pesawat pembom strategis seperti ini. Pembom ini juga dilengkapi berbagai peralatan elektronik canggih dan rudal khusus anti kapal perang AS-1 Kennel, yang daya ledaknya bisa dengan mudah menenggelamkan kapal-kapal tempur Barat.

Indonesia juga memiliki 12 kapal selam kelas Whiskey, puluhan kapal tempur kelas Corvette, 9 helikopter terbesar di dunia MI-6, 41 helikopter MI-4, berbagai pesawat pengangkut termasuk pesawat pengangkut berat Antonov An-12B. Total, Indonesia mempunyai 104 unit kapal tempur. Belum lagi ribuan senapan serbu terbaik saat itu dan masih menjadi legendaris sampai saat ini, AK-47.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ini semua membuat Indonesia menjadi salah satu kekuatan militer laut dan udara terkuat di dunia. Begitu hebat efeknya, sehingga Amerika di bawah pimpinan John F. Kennedy memaksa Belanda untuk segera keluar dari Papua, dan menyatakan dalam forum PBB bahwa peralihan kekuasaan di Papua, dari Belanda ke Indonesia adalah sesuatu yang bisa diterima.

Tatanegara

1.Konstitusi RI 1945 tidak menggambarkan keinginan rakyat secara keseluruhan. Karena perumusannya didasari atas kondisi nasionalisme, internasionalisme perang, kemerdekaan dan filsafat hukum.
Jika dilihat pada waktu Indonesia belum merdeka sampai merdeka maka kita akan melihat fakta-fakta terjadinya sumpah pemuda yang pada waktu itu menjadi inti dari persatuan dan kesatuan atas wilayah NKRI, dan juga atas satu bahasa yang memicu terjadinya isu-isu kemerdekaan pada saat itu. Masyarakat yang pada waktu itu menunggu nunggu kemerdekaan karena sekian lama terjajah mengakibatkan semangat nasionalisme berkobar kobar dan mencapai puncaknya pada saat mengetahui bahwa pada waktu itu Jepang mengalami kekalahan. Maka dari itu kesempatan itu tidak di sia-siakan dengan memproklamirkan kemerdekaan RI, meskipun pada saat memproklamirkan kemerdekaan Indonesia belum memiliki konstitusi yang jelas dan telah matang. setelah memproklamirkan kemerdekaan Indonesia membentuk dewan konstitusi, karena kontitusi merupakan satu syarat adanya Negara adalah memiliki konstitusi. Pada tanggal 18 agustus 1945 kontitusi dibentuk dan berdiri, dan pada waktu itu hanya ditunjukkan untuk diakui di dunia Internasional sebagai Negara yang merdeka dan patut diperjuangkan ketika mendapat tekanan dari Negara lain dalam konteks ini pemerintah hindia belanda. Sementara itu uud 1945 merupakan konstitusi yang sejak awal hanya dirancang untuk sementara hal ini semakin diperjelas dengan adanya uu tambahan yang menyebutkan bahwa setelah 6 bulan dibuatlah undang-undang yang baru.
Dan juga uud 1945 dikeluarkan oleh BPUPKI dan bukan melalui aspirasi maupun musyawarah mufakat masyarakat pada waktu itu sehingga uud 1945 tidak menggambarkan keinginan rakyat Indonesia pada saat itu secara keseluruhan.

2.Dalam kontutusi RI diatur tentang kebenaran bagi warga Negara. 4 kebebasan yang di jamin oleh konstitusi tersebut dan pelaksanaan kebebasan tersebut dalam praktek ketatanegaraan pada masa orde baru.
Kebebasan rohani.
Kebebasan dari kekurangan.
Kebebasan dari ketakutan.
Kebebasan beragama dan menjalankan ibadat.

Dalam prakteknya kebebasan rohani yang meliputi kebebasan berpendapat dan berorganisasi merupakan hak yang melekat pada kehidupan. Dalam konteks manusia sebagai mahluk yang berpikir/ berakal maka penyampaian buah pikiran / gagasan tidak dapat dihalangi sepanjang tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang berlaku dalam suatu masyarakat. tetapi pada waktu orde baru itu amat dikekang oleh pemeritah sendiri sehingga pada waktu itu tidak ada parkembangan yang berarti dari kebebasan berpendapat dan berorganisasi itu.

Tentang kebebasan dari kekurangan menekankan pada penghargaan yang layak terhadap jasa-jasa pada waktu orde baru kebebasan ini juga diselewengkan oleh para penguasa untuk kepentingan mereka sendiri / pribadi sehingga mengakibatkan pada waktu itu rakyat sangat menderita karena pertumbuhan ekonomi pun tidak seimbang. Padahal di RI terjadi banyak keragaman di masyarakatnya, tetapi pemerintah pusat tidak mempunyai perhatian untuk ini. Pembatasan kewenangan daerah berdampak pada kurangnya pengembangan potensi lokal. Pemerintah menciptakan ketergantungan kepada pemerintah pusat.

Tentang kebebasan dari ketakutan meliputi kepastian hukum dibidang politik, ekonomi, social dan budaya. Pelaksanaannya pada waktu orde baru pemerintah melakukan kepanikan massal dengan melaksanakan hukum yang sewenang wenang dan juga menghancurkan lawan politik yang di anggap berbahaya. Dan juga menimbulkan isu sara di kalangan masyarakat yang di ciptakan oleh pemerintah.

Tentang kebebasan beragama dan beribadat adalah hak setiap manusia untuk menjalankan agamanya dengan merdeka. Namun pada zaman orde baru agama digunakan untuk tujuan politik guna mempertahankan kekuasaan.